Minggu, 24 Mei 2020

Pengalaman Mendaftar dan Mendapat Beasiswa “Stipendium Hungaricum Scholarship Programme (Beasiswa Pemerintah Hongaria)” untuk jenjang Master (S2) dan Doktoral (S3)

Assalamu’alaikum
Halo semua! Apa kabar?

Disclaimer: Semua yang tertulis di sini berdasarkan pada pengalaman pribadi dan aturan di tahun pada saat saya mendaftar beasiswa ini. Saya adalah salah satu penerima beasiswa angkatan pertama.



Pada kali ini saya menuliskan pengalaman saya dalam mendaftar Beasiswa Stipendium Hungaricum Scholarship Programme (SH). Beasiswa ini merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Hongaria kepada mahasiswa dari negara-negara yang menjalin kerjasama dengan Negara Hongaria, salah satunya adalah Indonesia.

Rasanya agak terlambat kalau saya membagi pengalaman mendaftar beasiswa ini karena saya mendapatkan beasiswa ini untuk jenjang S2 pada tahun 2016 dan jenjang S3 pada tahun 2019. Namun, semoga tulisan di blog ini bisa memberikan gambaran mengenai apa saja langkah-langkah dan persiapan untuk mendaftar beasiswa ini.

Sebelum masuk jauh ke syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi dan proses apa saja yang dilalui, ada baiknya saya sampaikan mengenai fasilitas yang disediakan oleh beasiswa ini. Penerima beasiswa SH ini akan mendapatkan beberapa fasilitas, antara lain:

  1. Tuition fee selama masa studi
  2. Biaya Visa dan Residence Permit (Izin tinggal di Hongaria)
  3. Asuransi kesehatan sebesar HUF 65.000
  4. Uang saku mahasiswa master sebesar HUF 40.000/bulan (sekarang jadi HUF 43.700/bulan). Mahasiswa doktoral diberikan living cost sebesar HUF 140.000/bulan pada tahun I dan II, sedangkan pada tahun III dan IV adalah HUF 180.000/bulan.
  5. Accommodation cost sebesar HUF 40.000/bulan (Accommodation cost ini akan hangus apabila mahasiswa memilih untuk tinggal di asrama)
** Saat tulisan ini dibuat, Mei 2020, 1 HUF (Hungarian Forint) = IDR 46,16

Bisa dibilang, beasiswa ini memiliki sistem seleksi yang agak berbeda dengan beasiswa lainnya karena sistem pendaftaran dan seleksinya melalui 1 pintu, yaitu https://stipendiumhungaricum.hu/.

TAHAP I (SELEKSI BERKAS)

Pendaftar dipersilakan untuk memilih 3 pilihan program studi di universitas yang sama atau berbeda. Pemilihan ini didasarkan pada ketersediaan apakah negara kita masuk pada list program studi atau tidak. Informasi tersebut bisa diakses di sini https://stipendiumhungaricum.hu/apply/#timeline

Pada kesempatan tersebut, untuk jenjang master saya mendaftar Animal Husbandry Engineering di University of Debrecen sebagai pilihan pertama, sedangkan pilihan kedua dan ketiga saya adalah Animal Nutrition and Feed Safety Engineering di University of Kaposvár dan Agriculture Engineering di University of Debrecen. Saya menempatkan University of Debrecen pada pilihan pertama karena kampus tersebut memiliki reputasi dan kerja sama yang baik di bidang Agriculture, khususnya peternakan. Sedangkan, untuk jenjang doktoral, saya hanya memilih Doctoral School of Animal Science di University of Debrecen.


Halaman awal pembuatan akun Stipendium Hungaricum

Setelah itu, kita diminta untuk membuat akun di website https://apply.stipendiumhungaricum.hu/ karena semua pengisian syarat aplikasi dan pengunggahan berkas akan dilakukan di sana. Selain itu, melalui website tersebut semua progress dan pengumuman tentang beasiswa akan diumumkan di situ. Adapun syarat-syarat yang dibutuhkan untuk mendaftar S2 dan S3 adalah sebagai berikut:


  1. Curriculum Vitae (CV)Pendaftar beasiswa dipersilakan untuk mengisi biodata diri yang sudah ada di website. Adapun biodata yang perlu diisi adalah profile diri, kontak dan alamat yang bisa dihubungi, Riwayat Pendidikan, Bahasa, pengalaman kerja, aktivitas organisasi dan hobi, dan juga pengalaman tempat tinggal.
  2. Motivation letter. Pendaftar diberikan kesempatan untuk menuliskan motivation statement sebanyak 500-600 kata yang dituliskan pada isian website. Tips menulis motivation letter ada di postingan saya yang ini: https://obifahmi.blogspot.com/2020/04/mempersiapkan-cv-dan-motivation-letter.html
  3. Recommendation (khusus yang mendaftar jenjang S3). Para pendaftar diminta untuk mencari rekomendasi dari setidaknya 2 orang yang pernah bekerja sama dengan pendaftar. Rekomendasi akan dibuat dalam bentuk surat dan ditandatangani oleh pemberi rekomendasi. Selain itu, pemberi rekomendasi akan diberikan tautan pada email masing-masing dan diminta untuk mengisikan beberapa poin yang terkait dengan hubungan dengan pendaftar
  4. Mencari calon Supervisor (khusus yang mendaftar jenjang S3). Fungsi mencari calon pembimbing adalah untuk menentukan minat riset kita dan juga project yang tersedia pada setiap supervisor yang ada. Kesesuaian ini bisa diakses melalui www.doktori.hu. Saat saya mendaftar beasiswa ini untuk studi S3, saya menghubungi supervisor yang membimbing saya sewaktu penelitian dan mengerjakan thesis S2. Kebetulan, di saat saya mendaftar S3, beliau memiliki research project yang sesuai dengan minat.
  5. Research Proposal (Khusus yang mendaftar jenjang S3). Setelah mendapatkan calon supervisor, peserta kemudian diminta untuk membuat proposal penelitian yang berkaitan dengan topik penelitian yang sebelumnya sudah didiskusikan terlebih dahulu dengan calon supervisor. Karena tidak ada format yang mengikat, saya sarankan bertanya ke calon supervisor mengenai konten apa saja yang harus dimasukkan ke dalam proposal.
  6. Dokumen passport. Passport yang akan digunakan pastikan masih berlaku, ya.
  7. Ijazah S1 dan S2 dalam bahasa Inggris (ijazah S2 bagi pendaftar S3)
  8. Transkrip nilai S1 dan S2 (transkrip S2 bagi pendaftar S3) yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris
  9. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris. Saya sarankan untuk mempersiapkan IELTS, meskipun SH juga menerima TOEFL. Batas minimal IELTS tergantung Universitas. Silakan dicek di Universitas masing-masing.
  10. Surat sehat bebas AIDS, Hepatitis A, B, dan C. Untuk surat sehat ini, kita juga diminta untuk melampirkan hasil uji lab. Pengalaman saya yang tinggal di Yogyakarta, kita bisa melakukan tes di Balai Kesehatan Kota Yogyakarta. Biayanya sekitar Rp 500.000 (biaya pada tahun 2019). Surat sehat juga tidak memiliki format yang mengikat, sehingga saya menggunakan template medical certificate yang saya dapat dari internet yang kemudian diisikan oleh dokter dan diberikan cap oleh instansi yang berwewenang (Laboratorium / rumah sakit yang mengeluarkan surat ini).
Setelah semua terunggah, maka berkas akan dikirimkan ke sending partner, dalam hal ini yang bertanggungjawab di Indonesia adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian, sending partner akan melakukan seleksi berkas dan mengirimkan nama-nama yang terseleksi kembali ke pihak SH untuk diumumkan kepada pendaftar siapa saja yang lolos seleksi berkas.

Tahap selanjutnya, SH akan menghubungi pihak universitas yang telah kita daftar untuk memberikan list nama-nama pendaftar yang lolos seleksi berkas. Setelah mendapatkan list tersebut, pihak universitas akan mengirimkan email kepada pendaftar untuk melakukan ujian secara online. Dalam email itu, akan dijelaskan tentang waktu pelaksanaan, perangkat apa saja yang harus disiapkan, dan model ujiannya. Dalam kasus ini, saya hanya diberikan test wawancara saja.

TAHAP II (SELEKSI WAWANCARA)

Pada saat saya mendaftar untuk jenjang master, saya melakukan wawancara sebanyak 2 kali karena saya mendaftar di 2 institusi yang berbeda.
  1. University of Debrecen melakukan wawancara pada tanggal 14 Juni 2016 antara pukul 13.00 – 14.00 WIB. Pada sesi kali ini, saya diwawancara oleh Dr. Komlósi István, saat itu, beliau adalah dekan dari Faculty of Agricultural and Food Sciences and Environmental Management, University of Debrecen. Pada saat itu, beliau menanyakan tentang pengetahuan dasar tentang peternakan dan make sure bagaimana komunikasi kita dalam Bahasa Inggris. Interview tersebut hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit
  2. University of Kaposvár melakukan wawancara satu minggu kemudian yaitu pada tanggal 21 Juni 2016. Wawancara tersebut menghadirkan 4 orang dosen yang salah satunya adalah dosen yang khusus menilai tentang komunikasi Bahasa Inggris kita. Pertanyaan yang ditanyakan tidak jauh beda dengan wawancara oleh University of Debrecen, tetapi saya sempat ditanyakan beberapa hal yang bersinggungan dengan pertanian di Indonesia. Wawancara ini memakan sedikit lebih banyak waktu dari University of Debrecen yaitu sekitar 20 menit.
Sedangkan, untuk jenjang doktoral, wawancara dilaksanakan oleh pihak University of Debrecen pada tanggal 15 April 2019 pukul 15.00 WIB. Pewawancara pada saat itu adalah Dr. Komlósi István dan Dr. Czeglédi Levente (Calon supervisor S3). Interview pada saat itu, suasananya cenderung lebih cair dan hangat karena memang kami sudah pernah bekerjasama dan berhubungan baik sebagai dosen dan mahasiswanya. Pertanyaan yang ditanyakan kepada saya pada saat itu memang lebih kompleks daripada saat wawancara S2 karena tidak hanya ditanya tentang keilmuan, tetapi mengenai apa saja parameter yang akan diambil dalam riset dan rencana riset yang lebih detail.

Intinya, kalau melalui fase wawancara ini, yang harus kita siapkan adalah seluruh berkas dan dokumen yang telah kita submit pada saat pendaftaran karena semua berkas tersebut akan dikonfirmasi kepada kita dan juga sebagai satu-satunya media bagi pewawancara untuk mengetahui segala hal tentang kita. Oleh karena itu, sangat saya sarankan untuk benar-benar menguasai atas apa yang kita tulis saat mendaftar dengan berlatih interview sendiri atau dengan teman.

TAHAP III (PENGUMUMAN)

Ada perbedaan cara pengumuman Ketika saya mendaftar beasiswa ini pada tahun 2016 dan tahun 2019. Pada tahun 2016, Alhamdulillah, setelah melewati proses yang cukup panjang, akhirnya saya dinyatakan lolos dan mendapatkan beasiswa ini. Namun, pada tahun 2019, setelah selesai wawancara, universitas akan mengirimkan nilai hasil wawancara ke SH untuk diumumkan. Pada saat fase ini, pendaftar akan dikirimkan pengumuman melalui email dan akun SH masing-masing. Hasil final ini akan dibagi ke 3 kategori, yaitu diterima, ditolak, dan masuk waiting list. Bagi siapa saja yang diterima, harus mengkonfirmasi kesediaannya untuk mendapatkan beasiswa ini dengan cara mengisi formulir singkat di akun SH-nya masing-masing. Pada tahun 2019 itu, Alhamdulillah saya diterima kedua kalinya untuk melanjutkan jenjang doktoral di beasiswa ini, tetapi sayangnya saya harus mundur dari kesempatan ini karena ada alasan lain. Berikut merupakan gambaran tahap konfirmasi yang harus dilakukan oleh penerima beasiswa. 

Tahap konfirmasi 1: verifikasi hanya dengan klik “Okay, continue to step 2”


Tahap konfirmasi 2: verifikasi dengan memilih salah satu dari 4 pilihan yang menentukan keputusan kelanjutan penerimaan beasiswa ini. Kemudian klik “Save my choice and finish”


Tahap konfirmasi 3: konfirmasi selesai


Beasiswa ini saya rekomendasikan bagi teman-teman yang ingin mencoba untuk studi di negara yang belum populer, tetapi memiliki kualitas pendidikan yang baik.

Sekian tulisan saya mengenai pengalaman Mendaftar Stipendium Hungaricum Scholarship Programme untuk jenjang Master dan Doktoral. Untuk pertanyaan, silakan email ke: mochammad.fahmi.h@mail.ugm.ac.id. Semoga bermanfaat.

Salam,
Fahmiobi.

0 komentar:

Posting Komentar