Senin, 26 April 2021

Studi ke luar negeri membawa keluarga: berapa dana yang harus dipersiapkan?

 Malam itu, 16 September 2018 malam. Itu adalah malam pertama kami sebagai suami istri. Sesampainya di Jogja, kami langsung mengadakan rapat berdua. Tentang teknis strategi dari misi besar kami; studi lanjut di luar negeri.


Saat itu, mas Fahmi sudah dalam posisi melakukan aplikasi untuk studi S3 di Swedia. Aplikasi sudah terkirim dan jika memang rejeki, maka kami harus pindah di Desember 2018. Yang pertama langsung kami pikirkan adalah keuangan. 

 

Sekolah ke luar negeri, meski dengan beasiswa, pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit. Apalagi jika membawa keluarga. Dengan tekad bulat, kami kemudian mulai menyusun target keuangan untuk pindah di akhir tahun 2018. 

 

Ternyata Allah, Yang Maha Sempurna Rencananya, paham, bahwa kami memang belum siap untuk pindah ke negara baru untuk studi lanjut di tahun 2018. Belum siap secara keuangan dan mentalnya juga. Maklum, kami masih pengantin baru yang masih sangat perlu adaptasi di sana dan sini. 

 

Tapi strategi tetaplah strategi, seiring dengan aplikasi-aplikasi studi S3 yang semakin banyak kami kirimkan, kami juga semakin intens mencari info “sebenarnya berapa sih total uang yang harus disiapkan untuk pindahan studi lanjut S3 ke luar negeri dengan keluarga?”

 

Alasan kami akhirnya memberanikan diri untuk cerita masalah ini di blog karena masih sangat sedikit orang yang secara terang2an menceritakan tentang ‘dark part’ of studi lanjut S3 ke luar negeri yang bagian ini, biaya. 

 

Berdasarkan informasi-informasi yang kami kumpulkan dan pengalaman pribadi, kami bisa simpulkan bahwa yang paling penting ditentukan adalah: 

1.     Apakah pasangan akan ikut? 

Ini penting sekali untuk dibicarakan dari awal. Jika yang studi hanya suami/istri, maka bicarakan kepada pasangan apakah akan ikut? Bagaimana dengan anak2? Karena membawa pasangan dan anak ke luar negeri itu biasanya tidak dicover oleh pemberi beasiswa.

 

2.     Biaya pre-departure. 

Setelah setuju bahwa pasangan akan ikut, maka yang selanjutnya harus disiapkan adalah mencari passport (jika belum ada), mencari info visa, dokumen dan biayanya. Jangan lupa untuk membuat anggaran persiapan visa. Karena untuk visa pasangan/dependent, biasanya syaratnya akan sangat banyak. 

 

Berdasarkan pengalaman kami, visa istri tidak ditanggung oleh beasiswa. Semua urusan visa mas Fahmi (sebagai student) dan visa saya (sebagai dependent) diurus oleh pihak Universitas Wageningen. Dokumen yang dibutuhkan untuk visa Belanda juga sangat banyak. Kami harus mempersiapkan akte lahir yang sudah diterjemahkan ke Bahasa Inggris dan buku nikah, yang keduanya harus dilegalisir oleh 3 Kementerian dan Kedutaan Belanda (Kementerian Agama, Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Luar Negeri). Kami juga diminta menunjukkan bahwa memiliki tabungan/gaji, selain uang dari beasiswa, yang bisa menutup biaya minimum hidup berdua per bulan.

 

Sebagai informasi dan bahan persiapan bagi yang ingin studi ke Belanda, biaya untuk visa istri di tahun 2020 adalah EUR 500 (diurus oleh Expat Centre), biaya untuk legalisir ke 3 Kementerian dan Kedutaan adalah Rp25.000 per dokumen di satu Kementerian, dan EUR 26.25 per dokumen untuk legalisasi di Kedutaan Belanda. Sedangkan biaya hidup minimum berdua yang harus dipenuhi di Belanda adalah EUR 1,800 per bulan.

 

3.     Biaya departure

Setelah visa sudah ditempel di passport, yang berikutnya harus dicari adalah asuransi kesehatan dan tiket pesawat untuk istri. Kenapa untuk istri? Karena untuk student, asuransi dan tiket pesawat beserta biayanya sudah diurus oleh pemberi beasiswa. 

 

Asuransi akan banyak sekali pilihannya dan berbeda tiap orang sesuai dengan kebutuhan. Satu yang pasti, di luar negeri semua orang harus memiliki asuransi kesehatan. Bisa2 tidak boleh terbang karena asuransinya belum clear atau tidak memiliki asuransi. Biaya asuransi biasanya dibayarkan per bulan, per tahun atau bahkan ada beberapa negara yang harus lunas biaya asuransi 4 tahun (selama ikut pasangan sekolah) sekaligus. Ada baiknya ini langsung ditanyakan dan dicari tahu agar siap secara finansial nantinya. 

 

Untuk Belanda, biaya asuransi dihitung per hari sejak kedatangan. Biaya untuk asuransi kesehatan student sekitar EUR 60 per bulan. Sedangkan biaya asuransi kesehatan yang basic adalah sekitar EUR 130 per bulan. Biaya asuransi kesehatan student ini tidak mengcover kehamilan dan kelahiran. Sehingga jika memang teman-teman ada rencana untuk memiliki keturunan ketika di luar negeri, bisa langsung asuransi yang basic. Catatan paling penting: Belanda tidak mengcover kehamilan dan kelahiran apabila sudah hamil sebelum ke Belanda. Jadi penting dipertimbangkan jika memang sudah hamil sebelum berangkat ke Belanda, ada baiknya ditunda keberangkatannya hingga kelahiran anak. 

 

Untuk tiket pesawat, harganya akan sangat bervariasi tergantung rute dan tujuan destinasi Anda. Silakan pilih maskapai yang nyaman dan sesuaikan dengan budget Anda juga.

 

4.     Biaya arrival

Setelah sampai di negara tujuan, kita akan perlu tempat tinggal atau housing. Tempat tinggal di luar negeri biasanya kita menyewa pada seorang landlord dan seringnya membutuhkan deposit. Deposit adalah semacam uang jaminan yang diberikan oleh penyewa agar menjamin bahwa tempat tersebut akan dirawat dengan baik. Uang deposit akan kembali setelah masa sewa selesai. Biaya deposit umumnya sejumlah biaya sewa satu atau dua bulan. Jadi awal pertama kita datang, jika harga sewa per bulannya adalah 1 juta, maka kita akan diminta membayar 2 juta. 1 juta untuk deposit dan 1 juta lagi untuk biaya sewa bulan pertama. 

Biaya yang penting juga dianggarkan adalah biaya settlement. Biaya settlement adalah biaya awal yang kita butuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup awal sebelum uang beasiswa kita terima dan juga kebutuhan2 untuk rumah tinggal kita. Beberapa beasiswa akan memberikan settlement allowance kepada awardeenya, tapi berdasarkan pengalaman, sangat penting untuk juga mempersiapkan biaya dana darurat dan jaga-jaga diluar biaya settlement yang diberikan oleh pemberi beasiswa. 

 

Tips dari kami bagi teman-teman yang juga akan segera sekolah studi lanjut bersama keluarga, untuk segera menghitung 3 poin biaya yang disebutkan diatas. Jadikan itu sebagai target keuangan Anda dan mulai sisihkan gaji/pendapatan per bulan untuk mencapai target tersebut. Fokus pada target Anda karena biaya yang dikeluarkan bisa jadi cukup banyak. 

 

Pernah ada yang bertanya “sebut saja lah, Mbak, nominalnya. Berapa yang harus saya siapkan”, maka saya akan suggest untuk menyiapkan uang 10-20 juta rupiah (diluar beasiswa) jika Anda berangkat studi ke luar negeri dengan beasiswa dan seorang diri. Dan siapkan antara 50 – 80 juta rupiah jika Anda berangkat dengan keluarga. 

 

Selamat menyiapkan kepindahan ke luar negeri! 

0 komentar:

Posting Komentar